{"id":77,"date":"2023-02-06T03:32:42","date_gmt":"2023-02-06T03:32:42","guid":{"rendered":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/?p=77"},"modified":"2023-02-06T05:01:55","modified_gmt":"2023-02-06T05:01:55","slug":"risiko-bencana-disaster-risk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/risiko-bencana-disaster-risk\/","title":{"rendered":"<strong>Risiko Bencana (Disaster Risk)<\/strong>"},"content":{"rendered":"\n<p>Menurut Undang-Undang No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, definisi bencana ialah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu, baik oleh faktor alam, faktor non-alam maupun manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) menyatakan bahwa secara umum, <em>risk <\/em>ialah nilai kehilangan (korban jiwa, korban luka, kerusakan bangunan, dan lainnya) yang diakibatkan oleh suatu <em>hazard<\/em>. <em>Disaster risk<\/em> merupakan irisan dari <em>hazard, exposure<\/em> dan<em> vulnerability<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-79\" width=\"541\" height=\"437\" srcset=\"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-1.png 864w, https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-1-300x242.png 300w, https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-1-768x620.png 768w\" sizes=\"(max-width: 541px) 100vw, 541px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Risk<\/em> = Irisan (<em>Hazard, Exposure, Vulnerability<\/em>)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Hazard<\/em> (bahaya) merupakan unsur berbasis hidrometeorologis, geofisika, atau akibat ulah manusia yang menimbulkan tingkat ancaman terhadap kehidupan, properti, atau lingkungan.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><em>Exposure <\/em>(keterpaparan) merujuk pada siapa dan pengaruh di suatu tempat dimana peristiwa berbahaya dapat terjadi.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Vulnerability <\/em>(kerentanan) merujuk pada kerentanan unsur-unsur yang terpapar, seperti korban jiwa, mata pencaharian, dan harta benda.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tingkat <em>exposure<\/em> yang bertambah dan terlambatnya usaha mengurangi <em>vulnerability <\/em>akan menghasilkan peningkatan bencana alam dan tingkat kehilangan atau kerugian.<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat keparahan dampak <em>risk <\/em>sangat bergantung pada tingkat <em>exposure<\/em> dan <em>vulnerability<\/em> di daerah yang terkena dampak. Bukti menunjukkan bahwa peningkatan <em>risk <\/em>di dunia sebagian besar disebabkan oleh peningkatan <em>exposure <\/em>manusia dan aset.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Hazard <\/em>berpotensi menjadi <em>risk <\/em>ketika obyek atau sistem yang rentan terpapar olehnya. Semua faktor yang menentukan <em>risk <\/em>merupakan suatu variabel. Saat ini, kita masih sulit atau belum dapat mempengaruhi kejadian atau intensitas suatu fenomena alam, tetapi kita dapat mengendalikan <em>exposure <\/em>dengan cara menghindari daerah yang rawan terpapar oleh <em>hazard<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Vulnerability<\/em> dapat dikurangi dengan meningkatkan ketahanan struktur suatu obyek atau mengukur dengan <em>hazard <\/em>tertentu. Untuk mengurangi <em>disaster risk<\/em>, sangat penting untuk mengurangi tingkat <em>vulnerability<\/em> dan menjaga agar <em>exposure <\/em>jauh dari <em>hazard, <\/em>salah satunyadengan cara merelokasi masyarakat dan properti penting. Dalam memahami <em>disaster risk, <\/em>tidak cukup hanya mempertimbangkan <em>hazard, exposure <\/em>dan <em>vulnerability <\/em>saja, tetapi harus mempertimbangkan juga kapasitas masyarakat dalam melindungi diri dari bencana.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak akan ada <em>natural disaster <\/em>jika tidak ada manusia, itu hanya sebuah peristiwa alam. <em>Risk <\/em>merupakan karakteristik dari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Setiap hari manusia menghadapi atau mengambil <em>risk<\/em>. Meskipun tidak dapat dihilangkan, dalam beberapa kasus <em>Natural Hazard <\/em>dapat diminimalkan bagi manusia. Untuk melakukan ini kita perlu memahami proses yang berjalan di alam dan energi yang diperlukan untuk proses tersebut. Sehingga, pada tahap selanjutnya kita dapat mengembangkan tindakan yang harus diambil untuk dapat meminimalkan atau mengurangi <em>risk<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Sub Bidang Prediksi Cuaca, Pusat Meteorologi Publik<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut Undang-Undang No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, definisi bencana ialah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu, baik oleh faktor alam, faktor non-alam maupun manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) menyatakan bahwa secara umum, risk ialah nilai kehilangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":89,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9],"tags":[13,15,11,14,16],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77"}],"collection":[{"href":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=77"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82,"href":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77\/revisions\/82"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=77"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=77"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/signature.bmkg.go.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=77"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}